//
you're reading...
Uncategorized

Sungai Dangkal, Hentikan Perjalanan KKP

Pelalawan | Gurindam12.co – Perjalanan yang kami lakukan bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Yayasan Mitra Insani (YMI) tidak semulus yang kami bayangkan. perjalanan yang penuh dengan rintagan, mulai dari dangkalnya iar sungai hingga kumpulan tumbuhan bakung air dan asau yang menghambat perjalanan kami. Rabu (12/09/2012)

kumpulan bakung air yang tumbuh subur didaerah ini menambah rintangan kami, Tangkainya yang kokoh serta pertumbuhannya yang rapat sangat sulit kami lewati. kumpulan bakung di tepian dua sisi ini membentuk lorong-lorng kecil, sekali-kali pompong yang kami naiki tersebut menabrak bakung-bakung tersebut. Kadangkala ‘tamparan’ dari tumbuhan bakung ini acap kali mengenai wajah kami.

Tumbuhan bakung yang bergenus lilium ini, tumbuh subur didaerah tasik serkap. Disepanjang perjalanan bakung air ini sering kali kami jumpai, Ada sekitar 100 suku dalam keluarga bakung (Liliaceae) Tanaman ini bisa menyesuaikan diri dengan habitat hutan, seringkali pegunungan, dan terkadang habitat rerumputan. Beberapa mampu hidup di rawa. Pada umumnya tanaman ini lebih cocok tinggal di habitat dengan tanah yang mengandung kadar asam seimbang.

Selain tumbuhan bakung, tumbuhan rasau yang lebih dikenal dengan pandan
berduri juga hadir dalam perjalanan kami. Ditepian daunnya bergerigi membentuk duri dengan daun yang memanjang seperti daun palem atau rumput, dibawah akar asau ini biasanya anak-anak ikan sering berkumpul untuk mendapatkan makanan.

“Dibawah rasau tuh banyak ikan kumpul disana, makanya banyak pemancing yang singgah dekat asau tuh untuk mancing,” begitu yang disampaikan oleh pak Lamit dalam perjalanan kami menuju tasik Serkap. ini merupakan perjalanan kami yang kedua hari setelah kami menginap semalaman di saung nelayan yang sudah di tinggal penghuninya.

Perjalanan yang telah kami lakukan seharian, membuat kami harus berpikir ulang kembali untuk melakukan perjalanan menuju tasik Serkap ini. sebab sebelum memasuki kawasan tasi kuali, beberapa nelayan telah mengatakan kepada kami bahwa jalan menuju tasik serkap tidak bisa dilewati karena sungai mengalami kedangkalan. Sebab sudah beberapa bulan ini, hujan tidak pernah turun.

Setelah melewati tasik tengah, tasik guntung dan tasik kuali,  kami mencoba mengamati daerah sekitar dan menerka-nerka seberapa meter pendagkalan sungai tersebut. Namun dibalik angkalnya sungai ini, beberapa nelayan yang memancing ikan disana menyatakan kedangkalan air sungai ini sebuah keberuntungan. Sebab mereka mendapatkan lebih banyak ikan dari biasanya, biasanya dalam beberapa hari mereka tidak mendapatkan ikan sedangkan saat sungai dangkal seperti ini mereka dalam sehari bisa mendaptkan ikan sekitar 30 kg.

“Kalo dangkal begini sungainya, senanglah kami. sebab banyak ikan bisa kami tangkap. sedangkan sewaktu airnya masih dalam agak sulit kami dapatkan ikan karena ikannya merawang (ikan meninggalkan alur sungai, mengikuti daerah yang berarir sampai ke tepian hutan-red),” ujar Riswanto saat kami temui di sungai serkap.

Banyak saung nelayan yang ditinggalkan penghuninya, kemungkinan karena dangkalnya air sungai tersbut membuat nelayan disana enggan untuk mengambil ikan pada bulan ini. karena hal itu pulalah akirnya teman-teman dari KKP tidak melanjutkan perjalanan meuju tasik Serkap dan harus membatalkan tujuannya untuk mengambil ikan merah.

Prof. Dr. Endi Setiadi menyatakan kekecewaannya karena perjalanannya terhenti di tengah jalan. “Saya sangat kecewa, tapi ya mau bagai mana lagi. karena kondisi medan yang tidak memungkinkan kita terpaksa menghentikannya untuk sementara waktu. mungkin bulan depan kami bisa menuju tasik serkap dan dapat mengambil ikan merah. saat ini kita coba dulu identifikasi dan membawa ikan yang kita temukan di sepanjang sungai serkap ini.”

“Saya juga dapat melihat potensi ikan yang ada disini, ternyata hasil tangkapan disini juga termasuk besar,” ujar Endi yang juga merupakan Peneliti Utama di Badan Litbang kelautan dan Perikanan.

Setelah mengamnbil beberapa sampel kualitas air dan ikan kami mengakiri perjalan dan kemudian menuju kembali Kota Pekanbaru (don)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Categories

November 2012
M T W T F S S
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: